Headlines News :

Polres Bogor Periksa 354 Anggota Pemegang Senjata Api


Kepolisan Resor Bogor Kota menggelar apel pemeriksaan senjata api terhadap 354 anggotanya yang berlangsung di Makopolres Kapten Muslihat, Kamis (20/3/2014)

Pemeriksaan ini dilakukan secara mendadak, seluruh personel dibariskan di halaman Makpolres Kapten Muslihat, dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama didampingi Wakapolres, serta seluruh jajarannya. "Pemeriksaan sebagai respon atas kejadian di Polda Metro Jaya dan juga hilangnya senjata api di wilayah Sukabumi," kata Bahtiar 

Dia menyebutkan ada 354 anggotanya dari berbagai satuan yang mendapat izin menggunakan senjata api. Dikatakannya, senjata api adalah alat bantu kepolisian dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan.

Pemeriksaan yang dilakukan memastikan senjata yang dimiliki oleh petugas masih dalam kondisi baik dan izin pemakaiannya masih berlaku.

Senjata seluruh anggota diperiksa mulai dari kartu anggota dan indentitas senjata api serta jumlah peluru yang ada di dalamnya. "Kita tidak ingin peristiwa yang terjadi di Polda Metro Jaya terjadi di wilayah Polres Bogor. Maka itu kita melakukan upaya antisipasi," ujar Kapolres Bahtiar. 

Kapolres menyebutkan, pihaknya setiap satu bulan sekali melakukan infentarisasi senjata api dan jumlah anggota yang menggunakannya. "Kepolisian Resor Bogor Kota juga melakukan pemantauan secara rutin dan terus menerus sehingga penggunaan senjata api tidak disalahgunakan," ujar dia.

Dia menyebutkan di Polres Bogor Kota terdapat 573 pucuk senjata api jenis revolver laras pendek maupun laras menengah.  Dari ribuan personel anggota Polres Bogor Kota hanya 354 personel yang menggunakan senjata api.

Untuk mendapatkan izin penggunaan senjata api, setiap personel harus melewati serangkaian tes psikologi, maupun tes keahlian dalam menembak.  "Mereka yang menggunakan senjata api juga tidak sembarangan, ada pangkat tertentu yang diperbolehkan menggunakan senjata api," katanya

Petugas KPPS Sisir Warga untuk Mencoblos



Tingkat kehadiran warga yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ternyata tidak seperti yang diduga oleh banyak pihak yang memprediksikan bahwa tingkat partisipasi warga datang ke TPS-TPS dalam Pemilu kali ini akan menurun.

Prediksi ini ternyata tidak untuk warga yang mempunyai hak pilih di wilayah Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, warga sangat antusias mendatangi 33 TPS di wilayah tersebut.

Acungan jempol buat PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Kelurahan, dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di TPS yang secara gigih mengajak warga untuk datang ke TPS.   Tak hanya sekedar mengajak,  satu jam menjelang TPS ditutup, petugas KPPS mendatangi warga yang sakit,  dan warga jompo  untuk memberikan kesempatan kepada mereka menggunakan hak pilihnya.

Seperti yang dilakukan di TPS 22, RT 03 RW 05 Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.  Petugas KPPS  menyisir setiap rumah penduduk karena mereka tidak bisa datang ke TPS. Uniknya lagi, TPS 22 bernuasa pedesaan yang dibuat dari bambu dan atep.

Petugas KPPS d TPS 22  didampingi para saksi partai politik (Parpol) membawa surat  suara ke rumah warga sakit dan jompo.  “ Ada lima warga yang tidak bisa hadir ke TPS   karena mereka sedang terbaring sakit dan sudah tua atau jompo,  “Kata Ketua KPPS di TPS 22 Jamaludin.

Menurut Jamaludin, warga meminta petugas TPS datang ke rumahnya, karena  mereka sedang sakit dan sudah tua. Makanya kami bersepakat dengan para saksi untuk mendatangi rumah mereka, “ kata Jamaludin.

    Petugas KPPS pertama mendatangi Shahrul Mail yang sedang sakit, Saat ditemui dirumahnya,  Sahrul sedang terbaring di tempat tidurnya. Petugas langsung menyerahkan surat suara kepada Syahrul untuk mencoblos di kamar tidurnya.. Setelah mencoblos, surat suara diserahkan kepada petugas KPPS.

Selanjutnya petugas mendatangi rumah Ibu Imi (89). Nenek yang sudah jompo itu, didampingi anaknya melakukan pencoblosan surat suara di tempat tidurnya. Kemudian petugas mendatangi rumah pasangan Tini dan Amud.  Tini tidak bisa hadir ke TPS  juga karena sakit. Sedangkan suaminya Amud sudah datang ke TPS untuk melakukan hak pilihnya.  “Kalau saya sudah mencoblos di TPS, tinggal istri saya yang sakit belum mencoblos, “ kata Amud  sambil menerima surat suara dari petugas KPPS untuk diserahkan kepada istrinya.

Warga Kelurahan Kencana lainnya yang didatangi petugas KPPS, yaitu Sutoro (89) dan Ibu Ena (90).  “ Bapak sudah menerima undangan untuk datang ke TPS, tapi bapak tidak bisa datang karena sudah seminggu terbaring sakit, “ ujar istri Sutoro.
Sedangkan Ibu Ena (90)  tidak bisa hadir ke TPS karena menderita lumpuh. Setelah menerima surat suara dari petugas KPPS, didampingi oleh cucunya. nenek yang tercatat dalam DPT di nomor urut 200 melakukan pencoblosan.

Sementara itu Ketua PPS Kelurahan Kencana Ichsanudin mengaku, bangga dengan tingkat kehadiran warga di wilayahnya yang sangat antusias.  “Ini bisa dibuktikan dari antusias warga mendatangi TPS dan petugas KPPS yang pro aktif jemput bola ke rumah-rumah warga, “ pungkasnya

Lubang Di Kolom 3 Caleg Sebelum Pencoblosan



BERITA BOGOR - Keberadaan ratusan surat suara yang sudah dilubangi oknum sebelum pemilihan suara dilakukan beserta peralatan dari 14 TPS di Desa Benteng sudah diamankan pihak Polsek Ciampea Kabupaten Bogor. Sementara diketahui lubang pada surat suara itu terletak di kolom sejumlah calon DPR dari dua partai politik besar.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Ciampea Ncep Hendrik mengungkapkan kronologis kejadian bermula ada pemilih di TPS 18 Desa Benteng yang hendak mencoblos menemukan ada lubang di blanko DPR, hal itu dilaporkan kepada KPPS untuk meminta surat suara pengganti. Namun, saat surat suara pengganti itu akan di coblos ternyata ditemukan lagi sebuah lubang di kolom nama caleg dan partai politik yang sama.

"Mengetahui itu, Ketua KPPS segera berkordinasi dengan PPS Cibenteng dan PPL, PPK dan Panwascam Ciampea untuk melaporkan hal ini kepada pihak KPU Kabupaten Bogor. Kejadian itu sekitar jam 9 pagi, dan jam 11 siang pihak KPU dan Panwaslu Kabupaten Bogor langsung kelokasi kejadian bersama aparat dari Polsek Ciampea," urai Ncep kepada Berita Bogor, Rabu (9/4/2014).

Menurutnya, setelah ditelusuri di TPS lainnya yang ada di Desa Banteng ternyata hal serupa juga ditemukan di 14 TPS dari 22 TPS yang ada. Itu sebabnya saat itu juga proses pemilihan umum DPR, DPD, DPRD dihentikan sambil menunggu keputusan dari KPU Kabupaten Bogor. "Disinyalir lebih dari 14 TPS yang terdapat surat suara berlubang sebelum pencoblosan maka PPK harus menghentikan jalannya pemilihan suara," jelasnya.

Saat disinggung terkait titik lubang yang ada diratusan surat suara, Ncep Hendrik mengungkap bahwa yang dia saksikan bersama anggota Panwascam Ciampea lainnya titik lubang tersebut ditemukan terpisah, yakni dua calon legislatif DPR Jawa Barat Dapil V nomor urut 4 dan nomor urut 7, dan seorang calon legislatif DPRD Kabupaten Bogor Dapil IV nomor urut 4

Dua Toko di Jembatan Merah Terbakar


Kebakaran terjadi di Jalan Merdeka, Jembatan Merah, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor, Kota Bogor, Kamis (10/04/2014). Kebakaran yang menimpa swalayan Pakaly dan toko mebeul Solite, terjadi sekitar sekitar pukul 03.00 WIB.  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut Walikota Bogor Bima Arya yang menyaksikan langsung proses pemadaman mengatakan, untuk mempercepat informasi ke Pemadam Kebakaran kedepan,  dibutuhkan sistem komunikasi dan informasi yang cepat, sehingga warga bisa langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Jadi, dalam waktu dekat saya minta ada hotline satu saja yang mudah diingat nomernya. Satu nomor untuk emergency apapun, entah itu kebakaran,  longsor ataupun banjir dan ini harus dilaksanakan cepat," ujar Bima.

Selanjutnya, kata Bima, evaluasi tentang  akses ke TKP, juga alat-alat penanganan kebakaran. “Saya lihat tidak akses masuk, juga alat-alat untuk membongkar pintu masuk ke dalam toko,” jelas Bima.

Bima  meminta kepada Dinas Pengawasan, Pembangunan dan Pemukiman (Wasbangkim), dalam memberikan perizinan harus dikaitkan dengan kesiapan untuk menyediakan akses darurat, seperti tangga darurat atau untuk evakuasi atau untuk akses pmadam kebakaran masuk “Selain itu hydran juga harus ada di titik-titik yang rawan, ” pintanya,

Mengenai personil Bima mengatakan, personel yang ada sekitar delapan puluhan dinilai masih cukup memadai, Tapi,  diperlukan tambahan unit kendaraan, dimana saat ini yang dimiliki UPTD sudah sangat tua, jadi diperlukan kendaraan yang lebih modern bisa lebih menjangkau. Nanti akan kita carikan solusinya. Jika dalam APBD belum ada kita akan carikan solusinya,” pungkas Bima

Sementara itu, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Suyitno menjelaskan, bahwa delapan unit kendaraan yang diturunkan itu enam dari Kota Bogor dan dua bantuan dari Kabupaten Bogor. Sedangkan personel yang diturunkan sekitar 50 personel gabungan Kota dan Kabupaten Bogor. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 4.45 WIB.

Informasi Kriminal Kota Bogor


Selamat datang di Website resmi informasi kriminal kota Bogor,
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Info Kriminal Bogor - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger